Wednesday, October 01, 2008

Gus Dur: Banyak Ulama yang Mulai Berkurang Keikhlasannya


Ketua Umum Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menilai, beragam krisis yang melanda bangsa Indonesia belum ada tanda-tanda segera berakhir. Bahkan, kata Gus Dur, krisis itu cenderung bertambah. Salah satunya, saat ini mulai banyak kiai dan ulama yang berkurang keikhlasannya. Gus Dur mengatakan hal tersebut dalam taushiyahnya sebelum salat Idul Fitri di Masjid Al-Munawaroh, Komplek Yayasan KH A. Wahid Hasyim, Ciganjur, Jakarta, Rabu (1/10) pagi. Kondisi demikian, kata Gus Dur, harus menjadi perhatian bagi umat Islam. Sebab, kiai dan ulama merupakan penjaga moral bagi bangsa ini. “Sebagai penjaga moral, kiai dan ulama sudah tidak dapat dipercaya lagi. Karena itu, kita harus memercayai kiai yang ikhlas tanpa pamrih, dalam hal ini, kiai kampung,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Gus Dur, persoalan lain pada bangsa Indonesia yang hingga kini belum terselesaikan adalah upaya penegakan hukum. Menurutnya, pemerintah harus berani bertindak tegas memutuskan segala perkara hukum. Ia mencontohkan perkara mantan presiden Soeharto yang hingga meninggal dunia, belum ada satu pun kasusnya yang tersentuh hukum. “Dari awal, saya ingin diputuskan secara hukum tentang kesalahannya. Kalau perlu dihukum, ya dihukum. Persoalan memaafkan atau tidak, itu perkara lain. Saya juga siap memaafkan,” jelasnya. Mantan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu menyinggung pula persoalan perbaikan perekonomian di negeri ini. Menurutnya, hal itu merupakan salah satu yang perlu perbaikan, terutama masalah pengelolaan sumber daya alam. (NU)

Muslim di Australia Idul Fitri, Hari Ini


Umat Islam di Australia umumnya menggenapkan puasanya menjadi 30 hari dan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1429 Hijriah pada 1 Oktober. Hal itu dilakukan setelah tim rukyat (melihat bulan) organisasi ke-Islam-an di negara itu tidak berhasil melihat bulan baru pada Senin (29/9) malam. Organisasi Komunitas Muslim Queensland, misalnya, mengumumkan bahwa "bulan baru tidak terlihat di wilayah mana pun di Australia sehingga Idul Fitri jatuh pada 1 Oktober", tulis Antara dari Brisbane, Selasa (30/9). Muslim Indonesia dan mancanegara yang tinggal di kota Brisbane dan sekitarnya memiliki sejumlah pilihan tempat melaksanakan salat Id.

Tempat-tempat tersebut adalah Islamic College of Brisbane Karawatha, Islamic Society of Darra, Islamic Society of Bald Hills, Australian International Islamic College Durack, Masjid Al Farooq Kuraby, dan Taman William Dart. Di Sekolah Islam Brisbane Karawatha, salat Id dilaksanakan pukul 07.10 pagi setelah diawali dengan takbir dan tahmid pukul 06.30 pagi. Umumnya salat Id di Brisbane dilaksanakan antara pukul 07.10 dan 07.30, namun pengelola Masjid Al Farooq (Kuraby) menetapkan waktu shalat Id pada pukul 06.30 pagi. Di seluruh Australia, terdapat lebih dari 340 ribu orang Islam. Mereka berasal dari beragam bangsa. (NU)

Tuesday, September 30, 2008

Gus Nuril : Rizieq munafik!


Pasca bentrokan di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 25 September 2008, Ketua FPI Habib Rizieq menyatakan FPI dan NU bersaudara. Menurut Gus Nuril, itu pernyataan munafik! "Jika sudah tahu saudara, jika sudah ada tulisan banser di kaos seharusnya jangan diajak ribut. Sudah tulisannya banser dan di luar kenapa masih digebuk? Itu munafik! Mulut dan hatinya tidak sama," kata Pimpinan Ponpes KH Abdurrahman Wahid, Gus Nuril usai acara Kongkow Bareng Gus Dur di Teater Utan Kayu, Jakarta, Sabtu (27/9). Gus Nuril bahkan mengharapkan Rizieq agar melakukan tindakan-tindakan terhormat yang tidak membuat malu umat Islam. "Ya saya anggap Habib Rizieq orang terhormat," ujar Gus Nuril. Sedangkan alasan Nuril membela M Guntur Romly karena dia merupakan pengurus NU di Mesir sebanyak dua periode. Sehingga, Banser berkewajiban menjaganya dan mengamankan selembar rambutnya pun jangan sampai jatuh. "Karena singanya (Guntur) terancam, maka anak-anaknya ikut, jadi perlu dilindungi oleh Banser saya," imbuh Gus Nuril.

Anak buah Gus Dur ini juga menyatakan akan membawa anak buahnya ke Jakarta pada 12 Oktober 2008. Apa maksud kedatangannya? "Ya, datang saja. Sekali-sekali masa tidak boleh datang ke Jakarta," jawab dia. Gus Nuril mengelak jika kedatangan massanya guna menyambangi markas FPI. "Tidak, FPI terlalu kecil," tegasnya. Begitu juga soal kehadiran massanya pada persidangan lanjutan Habib Rizieq pada 12 Oktober, Gus Nuril hanya mengatakan, "Saya tidak ada urusanya dengan pengadilan!" tegas dia.
(Waspada)

Monday, September 29, 2008

1 Syawal 1429 Hijriyah Ditetapkan 1 Oktober 2008


Waktu 1 Syawal 1429 Hijriyah atau Hari Raya Idul Fitri tahun ini ditetapkan jatuh pada Rabu, 1 Oktober 2008. Ketetapan itu merupakan hasil Sidang Itsbat Departemen Agama (Depag) di Kantor Depag, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (29/9) petang. "Izinkan kami menetapkan 1 Syawal pada Rabu 1 Oktober 2008," kata Menteri Agama, Maftuh Basyuni, dalam Sidang Isbat itu yang juga dihadiri para pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia. Sebelumnya Ketua Badan Hisab dan Rukyat Departemen Agama M Mohtar Ilyas mengatakan, ijtima jelang Syawal terjadi pada Senin 29 September pukul 15.13 WIB. Saat itu, posisi hilal di bawah ufuk.

"Berdasarkan keputusan dari (Pengurus Pusat) Muhammadiyah dan almanak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang menyatakan 1 Syawal pada 1 Oktober 2008. Demikian juga dari dewan dakwah Islamiyah," katanya. Keputusan tersebut juga didasarkan atas tidak terlihatnya bulan (hilal) oleh para tim rukyatul hilal (pengamatan terhadap bulan) se-Indonesia. Dengan demikian, usia bulan Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari atau dikenal juga dengan istilah istikmal. Ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Besar NU, KH A. Ghazalie Masroeri, yang juga hadir pada Sidang Itsbat itu, mengatakan bahwa hasil metode hisab (perhitungan astronomis) NU cocok dengan hasil rukyat.

“Hisab NU cocok dengan rukyat (yang tak dapat melihat bulan) dan kehendak Allah. (kalimat ini) tidak boleh dibalik,” jelas Kiai Ghazalie—begitu panggilan akrabnya, di hadapan para peserta Sidang. Ia menambahkan, NU tak mengumumkan 1 Syawal 1429 Hijriyah meski sebelumnya sudah diketahui melalui metode hisab. “Ini merupakan sumbangsih NU pada bangsa dan negara. Meski sudah mengetahui hasilnya, tetapi NU tidak mengumumkannya sebelum ada keputusan resmi dari pemerintah,” pungkasnya. (NU)
 
© 2009 :: Rio's Blog | Love Aswaja ::. All Rights Reserved | Powered by Blogger
Blogger Layout by psdvibe | Bloggerized By LawnyDesignz |Modern Home Design