Wednesday, September 10, 2008

Kalangan Muda NU Jepara Kembangkan Tradisi Menulis lewat Blog

Masyarakat Jepara, Jawa Tengah, selama ini dikenal dengan kemampuannya dalam seni ukir. Tapi, untuk urusan tradisi tulis-menulis, masyarakat di kota kelahiran tokoh emansipasi perempuan Indonesia, RA Kartini, ini bisa dibilang kurang. Salah satu sebabnya adalah belum adanya sebuah komunitas yang memprakarsai gerakan menulis serta mengorganisasi keberadaan penulis yang ada. Atas dasar itulah, sejumlah anak muda Nahdlatul Ulama (NU) kreatif di kota itu memprakarsai sebuah gerakan menulis. Target awalnya adalah membudayakan masyarakat setempat, utamanya kalangan pelajar, untuk menulis di media massa. Langkah awalnya, anak muda NU yang tergabung dalam Smart Institute Jepara itu menerbitkan media online, yakni blog (website/laman pribadi). Blog yang dapat diakses melalui domain: http://smartjepara.blogspot.com itu memuat banyak tulisan dari berbagai topik, sosial, budaya, ekonomi, dan sebagainya.

Meski baru diluncurkan pada Juni lalu, media online itu sudah mendapat sambutan positif dari banyak kalangan, di antaranya pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum. Buktinya, banyak kiriman tulisan yang masuk ke redaksi. Zakki Amali, kontributor Smart Institute, mengakui fenomena sedikitnya para penulis di kota kelahirannya. “Masyarakat Jepara memang membaca surat kabar setiap harinya. Namun, penulis Jepara memang jarang ditemui, berbeda dengan daerah-daerah lain,” terangnya. Smart Institute, katanya, bisa menjadi wahana silaturrahmi penulis asli Jepara dari berbagai kalangan sekaligus penulis luar daerah.

Hal senada diungkapkan Mukodi, juga salah satu kontributor Smart Institute. Menurutnya, orang Jepara masih saja ‘jago kandang’, menulis hanya di media lokal Jepara, belum berani menulis di media luar. "Sudah saatnya penulis Jepara go national, agar tidak ketinggalan dengan daerah lain," ucap alumnus Program Pascasarjana Univeritas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, itu kepada kontributor NU Online, Syaiful Mustaqim, di Jepara, Selasa (9/9). M. Saifuddin Alia, konsultan Smart Institute Jepara, mengaku optimistis akan keberadaan para penulis di kotanya. Ia bertekat akan selalu menyemangati para penulis muda.

Mantan redaktur pelaksana majalah Maarif Pengurus Wilayah NU Jateng itu yakin bahwa Smart Institute nantinya bakal mencetak penulis-penulis yang andal. "Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit, bukankah filosofinya demikian?" ungkap aktivis Ikatan Pelajar NU Jateng itu. Rencananya, setelah Hari Raya Idul Fitri nanti, Smart Institute akan menggelar pertemuan para penulis di Jepara. Kegiatan itu sekaligus sebagai wahana tukar pengalaman antarpenulis. (NU)

Seruan Gus Dur Ditanggapi Beragam


Seruan Ketua Umum Dewan Syuro PKB Abdurahman Wahid (Gus Dur) yang meminta para pendukungnya mengepung kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di wilayah masing-masing mendapatkan reaksi beragam dari berbagai kalangan. Ketua DPR Agung Laksono menilai seruan Gus Dur itu sangat tidak simpatik dan menciderai demokrasi. Aspirasi apapun harus disampaikan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Itu aksi yang tidak simpatik dan bertentangan dengan demokrasi yang terus kita bangun,” kata Agung Laksono di sela-sela rapat paripurna Selasa (9/9) kemarin. Kalau memang ada yang merasa keberatan atau merasa dirugikan, kata Agung, mestinya jangan melakukan tindakan yang melanggar hukum karena justru akan merugikan diri sendiri dan juga masyarakat.

Atas ancaman itu, Agung tetap meminta KPU tidak terpengaruh dan terus bekerja sebagaimana yang telah menjadi keputusan. Dia juga berharap aparat keamanan tetap mewaspadai jangan sampai masalah ini benar-benar terjadi dan tanpa kendali, apalagi bila sampai mengganggu jalannya agenda nasional Pemilu. Sementara itu Ketua Umum Dewan Tanfidz PKB kubu Abdurahman Wahid, Ali Masykur Musa mengatakan bahwa seruan Gus Dur itu dilandasi rasa kesewenang-wenangan yang dilakukan KPU terhadap pihaknya. KPU dinilai telah menafsirkan aturan main secara sepihak. “Misalnya saja dalam penentuan caleg dari PKB, KPU menerima calon yang hanya direkomendasi Dewan Tanfidz pada hal aturan main yang berlaku di PKB selain Dewan Tanfidz juga Dewan Syuro,” tegasnya.

Tindakan ini, lanjut Ali, KPU sama saja sudah merampas otoritas yang dimiliki PKB sebagai partai. “Kalau kemudian kita melakukan aksi semata-mata menuntut hak, tapi kita tidak mendorong mereka melakukan tindakan anarkis.” Menkumham Andi Mattalata mempertanyakan rencana gugatan Gus Dur kepada dirinya. “Apa salah saya. Saya tidak pernah menolak pencalonan dirinya sebagai presiden. Saya juga tidak berwenang. Itu wilayah KPU.” Dia juga menilai tidak patut terhadap upaya mengepung KPU dan Depkumham. “Saya hanya berucap Astagfirullah. Gus Dur itu mantan presiden. Seharusnya, memberi contoh dan bukan sebaliknya.” (NU)

Israel Ancam Culik Ahmadinejad


Pemerintah Israel mengancam akan menculik Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Hal sama dilakukan Israel ketika menculik dan mengadili gembong Nazi Adolf Eichmenn pada 1960. Menteri Kabinet Israel Rafi Eitan mengungkapkan rencananya itu, Selasa (9/9), karena sakit hati dengan ancaman Ahmadinejad yang ingin menghabisi kaum Yahudi. "Manusia seperti Ahmadinejad yang akan melakukan pembantaian harus diadili. Dan semua opsi itu mungkin saja dilakukan," kata Eitan.

Ditanya apakah aksi penculikan bisa dilakukan, Eitan menjawab, "Ya. Segala cara untuk membawanya diadili adalah mungkin." Namun, ia buru-buru menegaskan, ini adalah pendapat pribadinya. Eitan yang kini berusia 81 tahun adalah salah satu agen Mossad yang menculik Eichmenn dari Argentina dan menggelandangnya ke Israel, 48 tahun silam. Eichmenn kemudian dieksekusi dan diadili karena melaksanakan perintah Adolf Hitler menumpas kaum Yahudi. (NU)

LDNU Prihatin Hiburan Ramadhan di TV


Sejumlah acara TV yang merupakan paket Ramadhan mengundang keprihatinan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) yang lebih banyak menonjolkan unsur hiburan dan melupakan makna Ramadhan sebagai bulan untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah. “Kita prihatin dengan maraknya acara TV yang malah membuat kita lupa untuk beribadah. Seharusnya puasa untuk meningkatkan kualitas iman kita kepada Allah, bukan malah bersenang-senang,” kata ketua LDNU KH Nuril Huda. Di waktu sahur, hampir semua stasiun TV menyiarkan acara lawak yang cenderung konyol, diselingi dengan kuis interaktif dengan pertanyaan-pertanyaan yang anak SD pun bisa menjawab. Ceramah agama diberikan dua atau tiga menit untuk menegaskan bahwa ini program Ramadhan.

Sementara itu, di siang hari, penonton juga disuguhi tayangan sinetron religi dengan cerita yang dangkal dan naïf. Dengan judul berbau islami dan tokoh yang menggunakan jilbab bagi yang perempuan dan baju koko bagi yang laki-laki. Tema cerita selalu menampilkan tokoh yang sangat jahat dan di sisi lain, ada tokoh yang sangat baik. Acara yang berbau rohani seperti ceramah agama hingga tablig akbar tetap ada, tetapi porsinya jauh lebih kecil dibandingkan dengan sinetron, variety show, komedi dan kuis. Dominasi acara hiburan dibandingkan dengan program yang lebih mendidik ini bisa dilihat, misalnya ANTV mengajak pemirsanya untuk tertawa tiada henti, dari pukul 17.00 hingga 22.00. Stasiun tersebut antara lain menawarkan program komedi Sambil Buka Yuk, Pas Ramadhan Dapat Berkah (Pasrah), Bajaj Bajuri, Cagur Naik Bajaj, dan Tawa Sutra XL.

Selanjutnya, Trans7 menyodorkan Empat Mata Sahur Seru yang diasuh oleh Tukul Arwana, turunan dari Empat Mata yang sukses sebelumnya. TV ini juga menyodorkan Komedi Lawak dan Musik Spesial Ramadhan. Trans TV antara lain menjual Saatnya Kita Sahur yang dbintangi pelawak Komeng, Adul, Tessy, Kiwil, dan sejumlah artis, seperi Desy Ratnasari dan Olga Syahputra. SCTV cenderung menjual sinetron sejak sahur hingga menjelang dini hari. Tahun ini, SCTV masih mengandalkan sinetron Para Pencari Tuhan. Tahun ini sinetron itu dibuatkan sekuelnya dengan judul Para Pencari Tuhan 2. Indosiar juga menjual sederet sinetron seperti Tasbih Cinta, Jihan, Syarifah, dan Muslimah. Ada yang ditayangkan pada jam sahur dan malam hari. Selain itu, Indosiar menjual acara variety show dan kuis.

Seperti tahun lalu, mungkin hanya MetroTV yang memilih menyajikan acara Ramadhan dengan kemasan "lebih serius", seperti talk show Hikmah Ramadhan, Tafsir Al Misbah, Ensiklopedi Islam, Sukses Syariah, dan lain-lain. (NU)
 
© 2009 :: Rio's Blog | Love Aswaja ::. All Rights Reserved | Powered by Blogger
Blogger Layout by psdvibe | Bloggerized By LawnyDesignz |Modern Home Design