Thursday, August 07, 2008

Seorang Pejabat Saudi Tuntut Pabrik Mobil Nissan Minta Maaf


Seorang pejabat Kerajaan Arab Saudi meminta pabrik mobil Nissan minta maaf atas iklan salah satu produk mobilnya yang dibuat oleh rumah produksi Israel dan ditayangkan di televisi Israel. Pejabat Saudi itu menilai iklan tersebut bernuansa rasis dan menghina para syaikh Arab. Dalam iklan yang dibuat oleh rumah produksi Israel Inbar Merhav Shaked, para saudagar minyak Arab digambarkan sebagai orang-orang yang bengis dan melakukan perusakan terhadap mobil Nissan Tiida, produk mobil Nissan terbaru yang dipromosikan ramah lingkungan. Iklan dimulai dengan menampilkan sekelompok orang yang digambarkan sebagai orang Arab kaya sedang keluar dari hotel dan melihat mobil Nissan terbaru itu. Ketika mereka tahu bahwa mobil itu mobil hemat bahan bakar, satu orang Arab yang menggunakan busana tradisional lelaki Arab yaitu baju gamis panjang berwarna putih, langsung menendang ban mobil itu lalu melompat ke atas kap mobil dan melayangkan tinjunya ke kaca depan mobil.

Adegan selanjutnya, terlihat sekelompok aparat keamanan mencoba mengamankan laki-laki itu, yang dalam iklan tersebut ditampilkan berteriak-teriak dan melontarkan makian pada mobil tersebut. Di akhir tayangan iklan, terdengar narasi dengan kalimat, "Jelas, perusahaan-perusahaan minyak tidak senang dengan Anda." Dalam siaran MBC TV-perusahaan induk stasiun televisi Al-Arabiya-Hani al-Wafa, nama pejabat Saudi itu mendesak agar perusahaan Nissan minta maaf atas iklan tersebut. "Menurut saya, Nissan sudah melakukan kesalahan besar karena telah menyalakan sikap rasis ini, " kata al-Wafa. "Kita harus mengenakan sanksi... terhadap hal-hal seperti ini. Kalau Nissan ingin tetap kepentingannya terjadi di wilayah ini, Nissan harus minta maaf, " tandanya.

Tapi Juru Bicara Nissan di Israel, Daniella Ribenbach pada The Jerusalem Post ia mengatakan bahwa iklan itu iklan yang lucu dan disenangi baik oleh orang Yahudi maupun dunia Arab. Ia menolak berkomentar lebih jauh tentang tuntutan pejabat Saudi itu, begitu juga dengan rumah produksi Israel yang membuat iklan tersebut. (eramuslim)

Inggris Diam-Diam Buat Kesepakatan Rahasia dengan Pasukan Syiah di Irak?


Surat kabar Inggris Times menurunkan laporan tentang kesepakatan rahasia antara pasukan Inggris di Basra dengan pasukan pejuang Syiah di Irak, Tentara Mahdi. Berdasarkan kesepakatan itu, pasukan Inggris tidak boleh terlibat dalam operasi-operasi keamanan yang digelar militer Irak terhadap para pejuang Tentara Mahdi. Akibatnya, operasi keamanan militer Irak di Basra tersendat-sendat dan tidak berjalan sesuai rencana. Awal pada bulan Maret lalu, ketika militer Irak mengumumkan akan menggelar operasi besar-besaran di kota Basra untuk memberangus kelompok pejuang Syiah Tentara Mahdi. Sejak awal, pasukan Inggris yang memang ditempatkan di Basra mengatakan bahwa operasi itu direncanakan, dipimpin dan dilakukan oleh pihak Irak.

Namun pertanyaan tetap bermunculan, mengapa Inggris begitu lambat mengirimkan pasukannya ke medan tempur di Basra. Inggris baru mengerahkan pasukannya dari bandara Basra ke dalam kota, setelah pertempuran berlangsung satu minggu lamanya. Sehingga operasi yang digelar militer Irak tidak berjalan seperti yang direncanakan. Inilah yang menimbulkan spekulasi adanya kesepakatan antara pasukan Inggris dan Tentara Mahdi, seperti yang ditulis Times. Yang jelas, Kementerian Pertahanan Inggris membantah spekulasi itu. Meski ada fakta bahwa pasukan Inggris punya hubungan yang cukup dengan kelompok milisi di Basra, yang memungkinkan kesepakatan rahasia itu terjadi. BBC, mengutip keterangan sumber-sumber di kalangan intelejen militer yang mengatakan bahwa pihak Inggris selama bertahun-tahun sering melakukan pembicaraan dengan kelompok-kelompok pejuang Syiah di Irak, termasuk Tentara Mahdi. Frekuensi pembicaraan itu sempat menurun pada saat perlawanan hebat yang dilakukan para pejuang Syiah tahun 2004.Dan belakangan ini, besar kemungkinan ada kesepakatan-kesepakatan khusus antara keduanya.

Komandan senior Tentara Mahdi di Basra Ali al-Salman pada BBC mengungkapkan, ia pernah menghadiri tiga pertemuan dengan seorang pejabat militer Inggris dan seorang warga sipil Inggris antara tanggal 8-10 Februari 2007. Menurutnya, seorang kolonel dari militer Irak dan anggota Tentara Mahdi yang ditahan pasukan Inggris, Ahmad Al-Fartusi juga hadir dalam pertemuan itu. Ali al-Salman mengatakan, pertemuan itu menghasilkan kesepakatan di mana 60 tawanan Syiah dibebaskan. Pasukan Inggris juga setuju untuk tidak lagi melakukan patroli di Basra dan Tentara Mahdi sepakat untuk tidak menjadikan tentara-tentara Inggris sebagai target serangan mereka. Tetapi, masih menurut al-Salman, pasukan Inggris tidak menepati janjinya karena ikut serta dalam operasi militer Irak yang digelar di Basra pada April 2008.

Namun semua informasi itu dibantah oleh juru bicara militer Inggris, yang menyatakan bahwa tentara Inggris harus menegakkan moral dengan tidak membuat kesepakatan dengan kelompok yang telah membunuh rekan mereka. Apapun alasannya, mengapa pasukan Inggris begitu lambat memberikan bantuan pada pasukan militer Irak dalam operasi militer di Basra, masih menjadi tanda tanya besar yang serius untuk militer dan kementerian pertahanan Inggris. (eramuslim)

Berikan Hak Libur Idul Fitri, Sebuah Perusahaan AS Diancam Diboikot


Kelompok sayap kiri di AS mengecam perusahaan Tyson Foods dan organisasi Serikat Pekerja Department Store, Grosir dan eceran di Tenesse yang memberikan hak libur pada hari raya Idul Fitri bagi pekerja yang Muslim. Kelompok sayap kiri itu mengecam pemberian hak libur tersebut dan mengatakan bahwa mereka berada di negara AS yang berdasarkan agama Kristen. Serikat pekerja itu berhasil meminta perusahaan pengolahan daging unggas Tyson Foods di Shelbyville, sekitar 40 mil selatan Nashville, untuk memberikan jatah libur pada hari raya Idul Fitri pada sekitar 250 pekerjanya yang berasal Somalia. Mereka berargumen, daripada jatah libur diberikan pada peringatan Hari Buruh, lebih baik jatah libur diberikan pada hari raya Idul Fitri- salah satu hari besar bagi umat Isla-dengan tetap diberikan bayaran, karena Hari Buruh adalah salah satu dari delapan hari libur resmi di AS di mana pekerja tetap mendapat bayaran.

Awalnya, banyak orang yang tidak mengetahui perubahan hari libur ini, sampai beritanya dimuat di sebuah koran lokal dan langsung memicu reaksi keras dari kelompok-kelompok sayap kiri di AS. Mereka mengecam dan mengkritik serikat pekerja dan perusahaan Tyson Foods yang telah memberikan hak libur saat hari raya Idul Fitri bagi para pekerja yang Muslim. "Serikat pekerja itu ada di AS, negara yang berbasiskan kekristenan. Anda menyebut diri Anda orang Amerika? Apa Anda sudah lupa dengan serangan 11 September?" tulis seseorang yang tidak diungkap jati dirinya pada organisasi Serikat Pekerja tersebut seperti dilansir surat kabar New York Times.

Ada juga yang menulis, "Anda tidak punya hak untuk mengubah Hari Buruh. Para pekerja Muslim harus mengikuti aturan Hari Buruh dalam kehidupan mereka, jika mereka ingin tinggal di Amerika." Selain mengecam, kelompok sayap kiri, para blogger anti-imigran dan komentator dari kelompok konservatif juga menyerukan boikot terhadap perusahaan Tyson Foods. Meski mendapat kecaman, Presiden Serikat Pekerja Department Store, Grosir dan Eceran Stuart Appelbaum tetap mempertahankan keputusannya. "Kami yang beraktivitas di gerakan buruh meyakini bahwa serikat-serikat pekerja hanya akan kuat jika semua pekerjaan memberikan perlindungan pada kemuliaan semua agama, termasuk umat Islam, " tukas Appelbaum yang juga menjadi Presiden Komite Buruh Yahudi. "Apa yang kami negosiasikan adalah keinginan dari para pekerja, " sambungnya.

Menurut aktivis serikat pekerja seperti dikutip Times, Tyson Foods pernah dipaksa untuk menutup perusahaannya tahun 2007 lalu, ketika hampir 250 pekerjanya-dari total 1.200 pekerja-yang berasal dari Somalia meminta hari libur pada saat Idul Fitri. Tysoon Foods, masih menurut Times, cukup akomodatif memberikan fasilitas untuk keperluan rohani bagi para pekerjanya dengan menyediakan tiga pembimbing rohani Kristen, menyediakan tempat untuk salat bagi Muslim juga untuk tempat untuk beribadah bagi pekerjanya yang Kristen. (eramuslim)

Masjid Al-Haram Direnovasi, Maqam Ibrahim Berencana "Dipindah"


Pembangunan Masjidil Haram masih gencar, setelah perluasan tempat Sa'i, kini perluasan tempat thawaf mulai direncanakan. Bahkan wacana mamindah Maqam Ibrahim. Kepala Proyek Pengembangan Masjidil Haram, Ir. Abdul Muhsin Al Asyaikh menyatakan bahwa perluasan tempat thawaf di sekitar Ka’bah, dalam rangka merespon bertambahnya jumlah jamah haji di tiap tahunnya tengah dipelajari. Dalam keterangan resminya di hadapan wartawan ia mengatakan bahwa proyek perluasan tempat thawaf yang telah dilakukan 4 tahun yang lalu yang mencakup perluasan tempat thawaf lantai 2 dan atap telah menambah kapasitas daya tampung Masjidil Haram secara berlipat ganda.

Sedangkan Ketua Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menanggapai hal ini ia menyatakan, ”Perlu memperpanjang waktu untuk mempelajarinya secara teliti.” Ia juga mengatakan bahwa proyek itu membutuhkan bantuan dari para pakar dalam berbagai bidang, sebelum dimulai pelaksanaanya. Ketika ditanya tentang kemungkinan dipindahnya Maqam Ibrahim (batu tempat nabi Ibrahim Alaihissalam berpijak), ia mengatakan, ”Maqam Ibrahim tidak mengganggu mereka yang melakukan thawaf. Memang ada yang memberi perlakuan yang salah terhadap Maqam Ibrahim, tapi sejatinya Maqam Ibrahim yang berada di dekat Ka’bah tidak mengganggu mereka yang thawaf. Sedangkan Lajnah Daimah, dalam fatwanya telah menjelaskan bahwa, bila mengganggu arus jama’ah, sehingga membahayakan, maka Maqam Ibrahim bisa dipindah. Itu tercermin pada keputusan Lajnah no. 35, 14/2/1395.

Sebagaimana dijelaskan Ibnu Katsir, bahwa Maqam Ibrahim dulu pada zaman Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam berdempet dengan dinding Ka’bah, hingga zaman khalifah Abu Bakar. Sedangkan di masa Umar bin Khattab Maqam Ibrahim digeser menjauh dari Ka’bah. (Hidayatullah)
 
© 2009 :: Rio's Blog | Love Aswaja ::. All Rights Reserved | Powered by Blogger
Blogger Layout by psdvibe | Bloggerized By LawnyDesignz |Modern Home Design